Rabu, 09 November 2011

Mitos, Tentang Kota Bhangarh

Berwisata ke luar negeri tak selamanya ke tempat yang menyenangkan layaknya surga belanja. Meski naluri belanja sangat disukai oleh kaum Hawa. Namun, keindahan itu bisa juga nampak pada hal yang unik dan seram.

Seperti kisah seorang teman berikut ini yang sempat mengunjungi sebuah kota sejarah di India. Yah, kota dengan sejarah penuh misteri, demikian kata yang tepat untuk menggambarkan kota Bhangarh yang terletak di kawasan Rajasthan, wilayah di Utara Jaipur.

Kota yang berada di distrik Alwar, negara bagian Rajasthan ini juga populer dengan sebutan reruntuhan sejarah yang angker. Dari Survey Arkeologi India (ASI) terpasang papan di jalan gerbang utama, “Dilarang memasuki perbatasan Bhangarh sebelum matahari terbit dan sesudah matahari terbenam.” Sebuah petunjuk yang semakin menabah seram.

Menurut legenda, pernah terjadi pembunuhan massal di Bhangarh. Setelah pembantaian tersebut, tak pernah terjadi penambahan populasi di kota misteri ini. Konon setelah kejadian itu, kota yang didirikan pada 1630 ini dibiarkan begitu saja selama 10 tahun.

Meski kini kota tersebut telah terbuka, namun misteri dan kengeriannya tetap tercium sampai sekarang. Tak banyak orang berani tinggal di kota tersebut. Bahkan kantor arkeologi lokal juga terletak di luar Bhangarh. Ungkapan dilarang keras tinggal di kota ini setelah matahari terbenam, adalah deretan tulisan yang terus terngiang. Sebagai gantinya, pengunjung bisa tinggal di resor supermewah, Amanbagh yang juga terletak sekitar 10 km dari Bhangarh.

Alasan ini sangat mungkin, terlebih binatang liar bisa kapan saja datang, suasana tak aman semakin menyeruak karena tidak ada pencahayaan buatan yang memadai. Bhangarh berada di tepi Sariska Tiger Reserve. Tempat yang indah dan tenang. Yang tersisa adalah bayangan dari kerajaan dulu yang indah sekali.

Ada banyak kuil dan lanskap bangunan tua yang bisa dilihat dari bukit. Yang paling luar biasa adalah kuil Gopinath, Siwa (Someshwar), Mangla Devi dan Keshava Rai. Bangunan lainnya ada toko di sepanjang jalan utama, beberapa havelis, masjid, dan istana. Istana ini dilindungi oleh dua benteng batin di lembah. Kota ini dipisahkan dari dataran dengan benteng dengan lima pintu gerbang. Bhangarh juga merupakan situs pra-sejarah.

Kota ini didirikan pada tahun 1573 (VS 1631) pada masa pemerintahan Raja Bhagwant Das sebagai kediaman kedua anaknya. Madho Singh adik dari Kaisar Akbar Man Singh I Amber. Penguasa berikutnya Bhangarh adalah putranya Chhatr Singh. Bhangarh perlahan-lahan menurun setelah kematian kekerasan Chhatr Singh tahun 1630. Ajabgarh didirikan oleh Ajab Singh, putra Chhatr Singh.

Ketika Kekaisaran Mughal menjadi lemah setelah kematian Aurangzeb, Jai Singh II melekat Bhangarh ke negara itu secara paksa pada tahun 1720. Setelah ini populasinya semakin berkurang dan menurun. Ketika terjadi kelaparan tahun 1783 (VS 1840) kota itu mulai ditinggalkan, dan tetap menjadi reruntuhan sejak saat itu. Itu bermakna bahwa kota ini menjadi bagian dari warisan sejarah Islam di India.

Legenda yang sempat beredar mengatakan, kota Bhangarh dikutuk oleh Guru Balu Nath yang menyebabkan evakuasi kota. Ada salah satu keturunan ambisius mengangkat istana untuk suatu ketinggian ,namun justru kemunduruan yang diperoleh, hingga kota itu akhirnya hancur. Tempat terkuburnya Balu Nath akibat ambisi penguasa saat itu, kono masih ada.

Mitos lain yang beredar, ada pesona putri dari Bhangarh Ratnavati yang tiada tara di seluruh Rajasthan. Saat usia 18 tahun, sang putri mulai mendapatkan penawaran perkawinan dari negara-negara lain. Di daerah yang sama tinggallah seorang tantrik, pesulap fasih di dalam okultisme, bernama Singhia yang sangat cinta pada putri.

Pesulap tahu bahwa dia tidak pernah akan diizinkan untuk sekedar melihat, apalagi bertemu dengannya. Suatu hari, ia melihat pelayan putri ‘di pasar membeli minyak wangi baginya. Melihat ini, dia mendapat ide dimana dia bisa bertemu sang putri.

Dia menggunakan ilmu hitam dan menaruh mantra pada minyak yang akan menghipnotis putri dengan hanya menyentuh minyak, dan akhirnya ia akan menyerahkan diri. Sang putri ternyata menggagalkan rencana ini. Dia telah melihat tantrik memperdaya melalui minyak, dan karenanya ia membuang. Guci anggur yang dibuang terguling ke arah batu.

Segera setelah minyak menyentuh batu, minyak mulai bergulir ke arah tantrik jahat dan menghancurkannya. Saat sekarat ini, si pesulap akhirnya mengutuk istana dengan kematian semua orang yang diam di dalamnya, tanpa kelahiran kembali. Dan tahun berikutnya konon terjadi pertempuran antara Bhangarh dan Ajabgarh hingga mebuat sang putri Ratnavati meninggal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar