Rabu, 16 November 2011

Info, Tersisa dari kelahiran Bumi

Ada berbagai teori yang menceritakan kelahiran Bumi, tapi kali ini peneliti malah menemukan asteroid (Lutetia) yang diduga merupakan sisa-sisa kelahiran Bumi.

Lutetia merupakan asteroid penghuni sabuk asteroid di antara Mars dan Jupiter. Hermann M. S. Goldschmidt menemukan dan memberi nama asteroid berdiameter 100 kilometer ini dengan Lutetia, serupa dengan nama latin kota Paris.

Pengamatan baru terhadap asteroid tersebut mengindikasikan Lutetia adalah fragmen dari sisa-sisa materi pembentuk Bumi, Venus dan Merckurius. Para astronom telah mengolah data yang diperoleh dari pesawat luar angkasa tanpa awak Rosetta, teknologi teleskop terbaru European Southern Observatory, dan teleskop NASA, untuk menghasilkan spektrum asteroid Lutetia. Melalui pengamatan tersebut mereka menemukan bahwa sifat asteroid cocok dengan meteorit langka yang ditemukan di Bumi.

Sekelompok astronom dari Prancis dan North American University telah melakukan penyelidikan mendetail terhadap Lutetia untuk menguraikan komposisinya.

Spektrum Lutetia kemuidan diperbandingkan dengan meteorit-meteorit lain yang ditemukan di Bumi. Hanya meteorit jenis enstatite chondrites yang memiliki sifat serupa dengan Lutetia.

Enstatite chondrites adalah materi yang berasal dari masa awal sistem tata surya. Diperkirakan ensatite chondrites itu terbentuk di dekat matahari dan merupakan bahan utama untuk membentuk planet-planet berbatu, misalnya Bumi, Venus, dan Mekurius. Ada kemungkinan Lutetia tidak berasal dari sabuk asteroid, namun berasal dari tempat yang lebih dekat ke matahari.

“Tapi bagaimana caranya Lutetia lolos dari pusat tata surya dan berakhir di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter?” kata Pierra Vernanzza dari Eurropean Souther Laboratory.

Para astronomer telah memperkirakan bahwa kurang dari 2 persen benda angkasa yang berada di wilayah pembentukan Bumi, akan berakhir di sabuk asteroid. Sering kali terjadi, benda angkasa tersebut akan menghilang setelah umurnya mencapai beberapa juta tahun dan melebur ke dalam planet muda yang terbentuk. Hal berbeda terjadi pada Lutetia. Asteroid ini menjadi unik karena langkanya asteroid pembentuk planet yang masih tersisa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar