Selasa, 07 Juni 2011

Info, Dokter Artis Pasrah Sering Dianggap Bodoh

Tak mudah menjalankan dua profesi sekaligus, terlebih sebagai dokter dan artis yang pekerjaannya tak mengenal waktu. Dokter yang memiliki profesi sebagai artis pun kerap menerima stigma miring dan dianggap bodoh. Kalau sudah dianggap bodoh, dokter artis pun hanya bisa pasrah.

Menjalani profesi sebagai dokter tak melulu harus bekerja di rumah sakit, meja praktik atau berhadapan dengan pasien. Dokter pun mampu berkarya di depan kamera dan mikrofon.

Dokter yang juga berprofesi sebagai artis itu adalah dr. Teuku Adi Fitrian atau lebih dikenal dengan Tompi, dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, dr. Lula Kamal, MSc dan dr. Sonia Wibisono. Keempatnya pun kompak membuat buku 'The Doctors' yang mengisahkan tentang lika-liku perjalanannya menjadi dokter dan selebritis.

Keempat dokter ini mengaku menyukai dunia lain yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan mereka. Mereka tetap menjalankan profesinya sebagai dokter dan memegang teguh sumpah kedokteran. Namun di sisi lain mereka juga ingin mengembangkan hobi dan talenta di bidang seni, yaitu sebagai penyanyi, presenter atau pemain film.

"Menjalani dua profesi bukan hal yang mudah, nggak seperti yang dilihat sekarang kayaknya gampang. Kedua profesi ini butuh perjuangan dan kita melewati sesuatu yang sulit. Bahkan banyak tudingan kalau dokter jadi artis pasti bodoh, karena kalau pintar nggak mungkin jadi artis," ujar dr. Lula Kamal, MSc saat peluncuran buku The Doctors yang diterbitkan PT Bhuana Ilmu Populer, di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

Tapi dr. Lula dan juga dokter artis lainnya mengaku tak mempersalahkan tudingan miring tersebut. Bagi mereka dokter adalah profesi utama dan profesi sebagai artis adalah hobi yang tidak bisa dipisahkan.

"Orang lihatnya enak, padahal untuk menjalani dua profesi ini saya harus tidur lebih sedikit dari yang lainnya. Bedah plastik adalah profesi utama saya, seumur hidup waktu saya disitu. Kalau bernyanyi adalah hobi saya," ungkap dr. Tompi.

dr. Tompi mengaku, profesinya sebagai penyanyi terkadang juga membantunya saat praktik.

"Profesi saya sebagai penyanyi lebih memudahkan saya dalam komunikasi dengan pasien, karena pasien menjadi lebih terbuka dengan saya. Tapi kadang juga bagai buah simalakama, karena pasien berharap terlalu tinggi," lanjut dr. Tompi yang mengambil spesialisasi dokter bedah plastik.

Lain halnya dengan dr. Boyke yang suka mengedukasi masyarakat. dr. Boyke berkeinginan untuk mengubah stigma dokter yang selalu dianggap harus pakai kacamata tebal, kemana-mana membawa stetoskop.

"Saya ingin dokter juga bisa diajak sharing, diajak becanda dan enak dianggap ngobrol. Dokter era sekarang harus bisa jadi sahabat, nggak kayak zaman dulu yang pasien harus ratusan tapi waktu yang diberikan hanya sedikit. Itulah kenapa saya suka memberikan edukasi pada banyak orang," jelas dr. Boyke.

dr. Sonia juga menjelaskan bahwa apa yang ia kerjakan selain menjadi dokter adalah semata-mata hobi.

"Ini adalah hobi saya dan saya menjalankan kedua profesi ini. Siapa menyangka bahwa hobi ini akhirnya juga bisa menghasilkan. Jadi kalau anak Anda punya hobi jangan dikekang, jangan ditekan tapi bantulah. Siapa tahu nanti hobi itu juga bisa menghasilkan uang," ujar dr. Sonia.

Like Fans Pages kami di http://www.facebook.com/pages/My-Bestfriend-Forever/

Follow juga twitter kami di http://twitter.com/Infonya1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar